EndangKusman.Com

Blogging, Belajar Nge-Blog & Berbagi Info

Berita Sang Bupati Garut semakin Merebak di Media

Pembeberitaan Bupati Garut Aceng Fikri kini semakin dibicarakan di berbagai media, menyebabkan suasana menjadi memanas dan menyulut kemaharah masyarakat yang antipati dengan kejadian yang dialami Sang Bupati.

Kalau berita miring sudah terpublikasi secara massal maka sangat sulit dibendung, semakin mengelak semakin terbuka peluang untuk mengungkap kejadian-kajadian yang lain. Ini, memang sepertinya nasi sudah menjadi bubur sehingga posisi Aceng Fikri mau tidak mau berada pada posisi yang kurang menguntungkan, walaupun berbagai kata-kata sanggahan diungkapkan ke publik.

Hal serupa, barangkali bisa juga dilakukan oleh orang lain sebagai manusia biasa. Tetapi masalahnya Aceng Fikri yang posisinya sebagai pejabat publik yang bukan pejabat rendahan itulah yang menyebabkan berita ini tersebar bagaikan debu tetiup angin menyebar ke berbagai penjuru. Televisi, media cetak, media elekronik, internet, dalam waktu sekejap membuat pemberitaan Sang Bupati menyebar dalam hitungan waktu yang singkat.

Sebagai warga masyarakat biasa, saya pribadi sangat menyayangkan dengan kejadian ini. Sangat menyayangkan Karir Bupati Aceng Fikri yang dalam usia belia sudah sukses meraih kedudukan tinggi menjadi orang nomor satu di Garut, sebuah kedudukan kepemimpinan publik yang paling tinggi di tingka Pemerintah Daerah Kabupeten, dan posisi tersebut sangat tidak mudah untuk dicapainya, tiba-tiba saja tercemar karena masalah yang cukup sepele. Jika hal serupa dilakukan oleh orang-orang biasa, saya kira tidak akan begitu meramaikan publik seperti sekarang ini. Ada peribahasa hujan kemarau 1 tahun basah oleh hujan sehari, inilah barangkali yang sedang dialami Sang Bupati. Sangat disayangkan!

Ujung-ujungnya Setiap kejadian pasti selalu ada hikmahnya, dan hikmah tersebut bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga baik bagi yang bersangkutan maupun bagi orang lain. Barangkali hal ini akan menjadi cermin bagi para pejabat publik lain baik yang selevel, lebih renda, maupun lebih tinggi Sang Bupati. Kalau saja tuntutan masyarakat pendemo dipenuhi agar Sang Bupati turun dari jabatan Bupati, kemudian pihak partai juga tidak meu menerima, wah..saya sendiri sebagai orang awam politik jika seandainyayang mengalami sendiri wah..Anda bisa membayangkannya bukan?!

Updated: 06/12/2012 — 12:32 pm
EndangKusman.Com © 2015 - Contact - Privacy - Disclaimer - Sitemap Frontier Theme