EndangKusman.Com

Blogging, Belajar Nge-Blog & Berbagi Info

Inilah Model Tungku Hemat Kayu

Seperti kita ketahui bersama, bahwa sudah lama masyarakat kita tidak menggunakan kompor minyak tanah sehubungan dengan kebijakan pemerintah untuk menggunakan bahan bakar gas elpiji. Masyarakat di wilayah perkotaan kini sebagian besar sudah menggunakan kompor gas dengan bahan bakar elpiji.

Hal tersebut berlaku juga untuk sebagian warga di pedesaan, tetapi sebagian besar warga masyarakat di pedesaan tetap masih menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu. Hal tersebut dimaklumi, terutama warga masyarakat kurang mampu, mereka banyak yang tidak mampu untuk membeli gas elpiji, oleh karena itu lebih baik mencari kayu bakar di kebun atau di hutan.

Namun, permasalahannya adalah kalau setiap hari mereka mengambil kayu bakar, maka lama-kelamaan ketersediaan kayu bakarpun akan habis juga sebab antara jumlah kebutuhan dengan lama penanaman kayu tidak seimbang.

Solusinya adalah bagaimana agar penggunaan kayu bakar dapat dilakukan sehemat mungkin. Caranya adalah dengan mengupayakan model tungku yang hemat kayu, artinya dengan satu potong kayu dapat memasak hidangan yang diperlukan.

Sekarang sudah ada model tungku sangat hemat dalam penggunaan kayu bakar. Tungku tersebut tidak perlu diisi kayu bakar banyak, cukup diisi satu potong kayu.. dan kita cukup mendorong sedikit-sedikit ke dalam sampai kayu tersebut benar-benar habis, kemudian diisi lagi sepotong kayu bakar berikutnya.

Tungku tersebut terbuat dari tanah lempung dicampur abu sekam dan dibakar seperti batu bata. Bentuknya bulat, berlubang satu dengan empat buah ventilasi di bagian atas lubang. Untuk daerah Jawa Barat tungku tersebut banyak dibuat di daerah Subang dengan harga Rp. 50.000 sd. Rp.70.000. Ada dua ukuran yaitu ukuran kecil dan ukuran besar.

Tungku Hemat Kayu Bakar

Tungku Hemat Kayu Bakar 02

Tungku Hemat Kayu Bakar 03

Tungku Hemat Kayu Bakar 04

Itulah model tungku hemat kayu bakar. Saya telah mencobanya benar-benar hemat kayu bakar dan menyalakannya sangat mudah sebab ruang tungku cepat sekali panas. Apabila di dalam tungku sudah banyak bara api, anda cukup dengan memasukan sepotong kayu bakar dan awet. Untuk menggoreng ikan, membuat tumis, dan lain-lain, cukup menggunakan bara tidak perlu memasukan kayu sebab terlalu panas. Tungku kayu tersebut belum lama beredar di kampung saya di daerah Sumedang, kurang lebih ada satu tahun, dan sekarang sudah banyak yang menggunakan. Tungku tersebut di daerah saya terkenal dengan nama “si DEMPLON”.

Apabila di daerah Anda belum ada dijual tungku model tersebut, maka Anda bisa membuatnya sendiri dengan tanah lempung dicampur abu dan dibakar sampai warnanya seperti bata merah. Atau Anda bisa juga membuatnya dengan bahan semen, namun diragukan tingkat kecepatan panasnya tidak seperti bahan tanah. Semoga informasi tersebut bermanfaat terutama bagi Anda yang tinggal di pedesaan.

Updated: 27/08/2013 — 8:01 am
EndangKusman.Com © 2015 - Contact - Privacy - Disclaimer - Sitemap Frontier Theme